1. Skip to Menu
  2. Skip to Content
  3. Skip to Footer

Sejarah Planetarium Jakarta

Presiden Pertama Republik Indonesia dengan pidatonya pada upacara pemancangan tiang pertama pembangunan proyek gedung Planetarium tanggal 9 September 1964 mengatakan bahwa dibangunnya Planetarium akan menambah wawasan dan pengetahuan tentang gerak bintang-bintang, Dikatakan oleh Beliau juga bahwa di Planetarium kita dapat melihat Bulan bergerak, Matahari bergerak, Mars bergerak, Saturnus bergerak dan memang merupakan hal yang sangat membanggakan dan suatu kehebatan yang luar biasa pada saat itu.

Dengan semangat Presiden yang begitu gigih ingin memberi hadiah pada masyarakat Jakarta khususnya dan rakyat Indonesia pada umumnya, Gabungan Koperasi Batik Indonesia (GKBI) menyumbang Pemerintah RI dengan membangun gedung Planetarium dan Observatorium Jakarta, Adapun peralatan utama Planetarium berupa proyektor simulasi langit tipe Universal, merupakan gabungan dari 130 buah proyektor kecil, Sementara itu, untuk Observatorium dilengkapi dengan teropong bintang buatan Carl Zeis yang dibeli Pemerintah RI.

Bangungan kubah setengah bola yang berdiameter 22 meter, berhasil diselesaikan pada tahun 1968, Pada tanggal 10 November tahun itu juga gedung Planetarium dan Observatorium diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta Bapak Ali Sadikin, bersamaan dengan diresmikannya Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki (TIM). Pada tanggal 1 Maret tahun 1969 Planetarium dan Observatorium Jakarta dibuka secara resmi untuk umum dan sejak itu pula tanggal 1 Maret diperingati sebagai hari ulang tahun Planetarium dan Observatorium Jakarta.

Pada tahun 1984 Pemerintah DKI Jakarta membentuk organisasi penyelenggara tugas dan fungsi Planetarium dan Observatorium menggantikan status awal Proyek planetarium menjadi Badan Pengelola planetarium dan Observatorium Jakarta yang dipimpin oleh Kepala Badan, Kepala Badan Pengelola bertanggungjawab atas pelaksanaan tugas-tugas kepada Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Perubahan status dari Proyek Planetarium menjadi Badan Pengelola Planetarium tertuang dalam Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 2209 Tahun 1984.

Sistem komputerisasi dilakukan di Planetarium dan Observatorium Jakarta pada tahun 1996 yaitu dengan merenovasi gedung sekaligus melakukan pemutakhiran peralatan pertunjukan dengan mengganti proyektor Universal yang memproyeksikan gambar-gambar Matahari, Bulan, Planet, Bintang, Komet, dll yang awalnya dilakukan secara manual diganti dengan system computer, termasuk perubahan letak benda-benda langit dengan peragaan simulasi langit.

Ruang Pertunjukan Planetarium dan Obsrevatorium dapat di sebut sebagai Teater Bintang atau Teater Alam Semesta, karena pada dasarnya memperlihatkan isi alam semesta termasuk susunan Tata Surya, termasuk Bumi sebagai salah satu planet. Pertunjukan di sajikan perpaduan antara visualisasi dari Proyektor, musik pengiring yang menarik dari narasi pertunjukan yang dilakukan oleh seorang narator secara langsung (live)  dengan muatan materi/edutainment yang disajikan dengan porsi seimbang.

Pada tahun 2002, Badan Pengelola Planetarium dan Observatorium Jakarta mengalami perubahan status dari organisasi non struktural menjadi organisasi struktural berupa Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah Dinas Pendidikan Menengah dan Tinggi Provinsi DKI Jakarta. Perubahan status ini tertuang dalam keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 118 Tahun 2002, tanggal 28 Agustus 2002.

Dengan beberapa kali mengalami perubahan struktur organisasi, Planetarium dan Observatorium juga mengalami penggantian pimpinan. Pimpinan pertama adalah Drs. Santoso Nitisastro yang diangkat sebagai penanggungjawab atau Kepala Proyek gedung Planetarium oleh Wakil Gubernur III KDCI Bidang Pembangunan pada tanggal 20 November 1968. Masa jabatan beliau berlangsung hanya sampai tahun 1976 karena meninggal dunia.

Sebagai pengganti beliau, diangkat Drs. Darsa Sukartadireja yang memimpin dari tahun 1977 hingga masa purna baktinya bulan Agustus 2001. Berikutnya Planetarium dan Observatorium dipimpin oleh Des. Moch. Haryadi Reksohadiwinoto, MM, MBA yang berlangsung juga hingga masa purna baktinya yaitu bulan Agustus 

Sebagai penggantinya, Kepala Dinas Pendidikan Menegah dan Tinggi Provinsi DKI Jakarta menunjuk Drs. Suharyanto, MM untuk menjadi Pejabat Sementara sambil menunggu dilantiknya pejabat definitif. Pada Januari 2005, dilantik pejabat definitif yaitu H. Ari Budiman, SE, M.ed sebagai pimpinan Planetarium menggantikan Drs. Suharyanto, MM hanya sampai Agustus 2006. Beliau diangkat sebagai pejabat di Dinas Pendidikan Menengah dan Tinggi dan digantikan oleh Hj. Irnawati,SH dari Agustus 2006 sampai masa purna baktinya bulan Januari 2009.

Pada bulan Januari 2009 terjadi pula penggabungan dua Dinas yaitu Dinas Pendidikan Dasar dan Dinas Pendidikan Menengah & Tinggi Provinsi DKI Jakarta dan sebagai pimpinannya dipercayakan  kepada Dra. Hj. Delly Indirayati, M.Si Mantan kasubdis PLS/PLB dan LS Dinas Pendidikan Dasar Provinsi DKI Jakarta hingga hingga beliau digantikan oleh Drs. H. Bambang Pramestiadi, MM pada April 2011 lalu yang sebelumnya beliau menjabat sebagai Kepala Suku Dinas Pendidikan Menengah (Ka Sudin Dikmen) Jakarta Pusat.

Komentar Anda

Users Online